Bencana Asap Rugikan Negara Rp50 Triliun

21 Sep 2014

KEBAKARAN hutan dan lahan di wilayah Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan yang terjadi setiap tahun telah merugikan negara. Tahun ini saja, kerugian akibat hangusnya lahan di wilayah pesisir timur Sumatra itu mencapai Rp20 triliun.

Jika diakumulasi dengan seluruh wilayah Indonesia yang mengalami kebakaran lahan dan hutan seperti di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, kerugian negara bisa nembus Rp50 triliun, ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana negara Indonesia (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, kemarin.

Kerugian itu dihitung dari dampak tersendatnya aktivitas ekonomi akibat kabut asap seperti penerbangan dan distribusi logistik, termasuk kerugian kesehatan yang dialami warga sekitar.

Kemarin, kabut asap pekat dari kebakaran lahan telah melumpuhkan jadwal penerbangan pagi di Bandara Sultan Thaha Jambi. Sementara itu, di Riau, dampak asap kebakaran telah membuat kualitas udara di Riau dinyatakan tidak sehat.Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, pun masih menetapkan status siaga darurat bencana kabut asap dan membagikan puluhan ribu masker kepada warga.

Kebakaran lahan dan hutan yang selalu menjadi bencana rutin tiap tahun itu, menu rut Direktur Eksekutif Walhi Abetnego Tarigan, disebabkan pemerintah yang tidak memiliki kesiapan dan kemampuan untuk mengawasi dan melakukan penindakan atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan para pembakar lahan/hutan.

Menurutnya, pemerintah sudah harus berani menetapkan tindakan pembakaran hutan/lahan menjadi kejahatan korporasi. Dalam jangka pendek, menengah, dan pan jang, pemerintah harus mulai meninjau ulang izin-izin dari lahan yang sering dilanda kebakaran. Jangan ragu untuk mencabut izin usahanya, usul Abetnego.

Dari satelit Aqua yang dilansir Weather.gov.sg, kemarin, sebanyak 283 titik api terpantau di Sumatra, turun dari sehari sebelumnya yang mencapai 782 titik api. Namun, jumlah titik api terbanyak masih berada di pesisir timur Sumatra. (RK/SL/UL/Vei/X-10) Media Indonesia, 18/09/2014, halaman 1


TAGS


-

Author

Follow Me